HARI INI Sabtu, 23 Mei 2026
JAK BUZZ
IKLAN ADSENSE

Hubungi Redaksi Jak Buzz untuk Pemasangan Iklan Premium

Mencapai lebih dari 100,000+ Pembaca Aktif Jabodetabek per Hari

27 September 2024

Hadiri Konferensi "Imagine Peace" di Paris, Din: Agama harus jadi Solusi Peradaban

Hadiri Konferensi "Imagine Peace" di Paris, Din: Agama harus jadi Solusi Peradaban

Jak Buzz - Terhadap kerusakan peradaban dewasa ini, agama harus tampil sebagai solusi atau problem solver (penyelesai masalah).

Demikian ditegaskan Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Prof. Dr. M. Din Syamsuddin dalam ceramahnya pada konferensi Tahunan Community of Sant' Egidio di Paris, Perancis, Selasa, 24 September 2024.

Konferensi yang bertema Imagine Peace (Perancis: Imaginer La Paix) dihadiri seribu lebih peserta dari manca negara terdiri dari tokoh agama, cendekiawan, dan mahasiswa.

Pada Pembukaan hadir memberi sambutan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Pendiri Komunitas Sant' Egidio Prof. Se. Andre Riccardi. Dari Indonesia hadir, selain Din Syamsuddin, juga hadir Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekretaria Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, dan Sekjen Indonesian Conference on Religion for Peace (ACRP) Anik Khamim Thohari.

Menurut pengamatan Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu, agama-agama selama ini lebih banyak tampil sebagai bagian dari masalah (part of the problem) yakni dengan aneka masalah yang melilit sebagian pemeluk agama-agama seperti kemiskinan, kebodohan, korupsi, dan berbagai bentuk kekerasan.

Hal ini, menurut Mantan Ketua Umum MUI Pusat ini, disebabkan karena keberagamaan lebih berorientasi formal-ritualistik, belum etikal-operasional. Keberagamaan lebih untuk meraih kesalehan individual belum kesalehan sosial. Agama-agama belum menampilkan paradigma etiknya untuk perdamaian dan peradaban.

"Umat beragama masih ada yang berdiam diri terhadap krisis lingkungan hidup, genosida, dan fobia terhadap pemeluk sesuatu agama," jelasnya.

Pada bagian lain presentasinya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai dialog antar umat beragama yang marak selama ini terhenti pada kata-kata, kurang berlanjut pada aksi nyata.

Menurutnya, dialog selama ini sesungguhnya masih bersifat dua-tiga monolog. Dialog antar umat beragama perlu bersifat dialogikal, yakni dialog yang berpangkal pada ketulusan, keterbukaan, keterusterangan, untuk penyelesaian masalah. Harus diakui ada masalah di antara umat berbagai agama berupa persaingan untuk dominasi dan supremasi, akibatnya sesungguhnya ada ketegangan tersembunyi.

Ketegangan ini, menurut Ketua Poros Dunia Wasatiyat Islam ini, kalau tidak diselesaikan, seperti kesenjangan ekonomi dan ketakadilan politik, akan menjadi bom waktu bagi konflik antar umat berbagai agama.

Konferensi Tahunan Komunitas Orang Awam Katolik Dunia ini berperan penting dalam merajut persahabatan antara para tokoh berbagai agama dunia. Konferensi yang sudah dimulai pada awal 1990-an ini diadakan sekali di Italia, dan kali berikutnya di luar Italia. Pada 2025 yang akan datang konferensi akan diadakan di Roma, Italia.